Komputer jinjing 12 inci sejauh ini bukanlah pilihan favorit perusahaan komputer. Alasannya, layar selebar itu terasa tanggung. Tapi, kita tahu, ada saja produk laptop berlayar 12 inci yang diluncurkan. Segmen 12 inci memang tak sehingar-bingar netbook 10 inci atau laptop 14 inci ke atas. Samsung memiliki seri 2 dan 4 yang dijagokan di pasar 12 inci. Adapun Hewlett-Packard menjagokan Touchsmart TM2. Nah, ASUS memiliki laptop yang unik, yaitu seri Lamborghini VX6.
Pada minggu ini kami berkesempatan berkenalan dengan ThinkPad E220s, salah satu laptop Lenovo yang bermain di segmen 12 inci. Cukup banyak hal baru yang ditanamkan Lenovo pada laptop kelas bisnis ini. ThinkPad yang satu ini memang berbeda dengan keluarga ThinkPad yang lain. Pertama, karena ia adalah anggota keluarga Edge, pendobrak pakem ThinkPad. Edge melahirkan generasi ThinkPad warna-warni. Orang menyebutnya si ThinkPad yang kasual. Soalnya, dulu, ThinkPad hanya memakai warna hitam dengan tubuh tebal dan kaku. Warna lain diperbolehkan, sepanjang ia adalah warna hitam.
Nah, E220s adalah sang penerus generasi kasual, tapi dengan segmen yang lebih tinggi, yakni premium. Makanya, tubuh E220s yang terbuat dari magnesium itu dibalur warna yang agak eksklusif, yaitu hitam matte. Pada pencahayaan minimal, tubuhnya tampak gelap. Tapi bila terkena cahaya, seolah-oleh tubuhnya berwarna hijau. Ada aksen bingkai warna krom di sudut-sudutnya. Selain itu, bila ditutup, tubuhnya tak kotak simetris, melainkan agak menajam di bagian atas sehingga mudah diangkat saat diletakkan di atas meja. Sasis-sasisnya dilapisi bahan karet sehingga tak licin.
Sebuah lampu kecil warna merah ditanam di atas huruf “i” pada tulisan ThinkPad dan berkedap-kedip saat komputer dalam moda tidur. Bagian layar yang beresolusi 1.366 x 768 piksel itu terbuat dari kaca sehingga begitu mengkilap. Dengan bobot sekitar 1,2 kilogram lengkap dengan baterai 6 sel (mampu bertahan sampai 6 jam), E220s adalah salah satu laptop bisnis paling tipis dan ringan. Bahkan ia lebih tipis ketimbang ThinkPad X220, dan hanya sedikit lebih tebal dari Toshiba Portege R835.
Keyboard laptop yang bisa menahan tetesan air ini mempertahankan ciri khas Lenovo yang nyaman saat ditekan. Bentuknya tak kotak, melainkan agar membulat di satu sisi dan permukaannya melengkung. Di tengah keyboard ada tombol kursor, sebagai ciri khas ThinkPad. Bagian TouchPad-nya didesain satu keping saja, tapi bisa ditekan ke kiri dan kanan untuk mengklik. Menurut kami, area palm rest di sebelah kanan dan kiri TouchPad terlalu lebar karena keyboard ditempatkan lebih dekat ke layar. Jadi terasa jauh dari jangkauan jari. Perlu waktu untuk membiasakan diri mengetik dengan meletakkan seluruh telapak tangan di atas palm rest agar jari-jari bisa menjangkau tombol-tombol keyboard dan mengetik dengan nyaman.
Untuk segi performa, E220s ini sudah memakai generasi kedua prosesor Intel Core, dengan pilihan Core i3 sampai i7 (Sementara Ready Stock i7), tergantung kebutuhan. Untuk performa grafis, pengguna bisa menambahkan kartu grafis terpisah dengan kapasitas VRAM sampai 2 Gigabita. Ada fitur yang unik pada laptop ini, yaitu lampu kecil di sebelah kamera. Lampu ini berguna untuk menerangi keyboard saat mengetik dalam ruangan gelap. Kameranya, yang bisa merekam video definisi tinggi, 720p, memiliki fitur noise cancellation, yakni menghilangkan bunyi ketikan keyboard saat melakukan konferensi video.
Selaku laptop premium, Lenovo membekalinya dengan baterai yang tersembunyi di balik tubuhnya, jadi tak bisa sembarangan dicopot-pasang



















Recent Comments