Posted by: janurtech | June 14, 2011

Lenovo Thinkpad E220s : Penerus Generasi Casual

Komputer jinjing 12 inci sejauh ini bukanlah pilihan favorit perusahaan komputer. Alasannya, layar selebar itu terasa tanggung. Tapi, kita tahu, ada saja produk laptop berlayar 12 inci yang diluncurkan. Segmen 12 inci memang tak sehingar-bingar netbook 10 inci atau laptop 14 inci ke atas. Samsung memiliki seri 2 dan 4 yang dijagokan di pasar 12 inci. Adapun Hewlett-Packard menjagokan Touchsmart TM2. Nah, ASUS memiliki laptop yang unik, yaitu seri Lamborghini VX6.

Pada minggu ini kami berkesempatan berkenalan dengan ThinkPad E220s, salah satu laptop Lenovo yang bermain di segmen 12 inci. Cukup banyak hal baru yang ditanamkan Lenovo pada laptop kelas bisnis ini. ThinkPad yang satu ini memang berbeda dengan keluarga ThinkPad yang lain. Pertama, karena ia adalah anggota keluarga Edge, pendobrak pakem ThinkPad. Edge melahirkan generasi ThinkPad warna-warni. Orang menyebutnya si ThinkPad yang kasual. Soalnya, dulu, ThinkPad hanya memakai warna hitam dengan tubuh tebal dan kaku. Warna lain diperbolehkan, sepanjang ia adalah warna hitam.

Nah, E220s adalah sang penerus generasi kasual, tapi dengan segmen yang lebih tinggi, yakni premium. Makanya, tubuh E220s yang terbuat dari magnesium itu dibalur warna yang agak eksklusif, yaitu hitam matte. Pada pencahayaan minimal, tubuhnya tampak gelap. Tapi bila terkena cahaya, seolah-oleh tubuhnya berwarna hijau. Ada aksen bingkai warna krom di sudut-sudutnya. Selain itu, bila ditutup, tubuhnya tak kotak simetris, melainkan agak menajam di bagian atas sehingga mudah diangkat saat diletakkan di atas meja. Sasis-sasisnya dilapisi bahan karet sehingga tak licin.

Sebuah lampu kecil warna merah ditanam di atas huruf “i” pada tulisan ThinkPad dan berkedap-kedip saat komputer dalam moda tidur. Bagian layar yang beresolusi 1.366 x 768 piksel itu terbuat dari kaca sehingga begitu mengkilap. Dengan bobot sekitar 1,2 kilogram lengkap dengan baterai 6 sel (mampu bertahan sampai 6 jam), E220s adalah salah satu laptop bisnis paling tipis dan ringan. Bahkan ia lebih tipis ketimbang ThinkPad X220, dan hanya sedikit lebih tebal dari Toshiba Portege R835.

Keyboard laptop yang bisa menahan tetesan air ini mempertahankan ciri khas Lenovo yang nyaman saat ditekan. Bentuknya tak kotak, melainkan agar membulat di satu sisi dan permukaannya melengkung. Di tengah keyboard ada tombol kursor, sebagai ciri khas ThinkPad. Bagian TouchPad-nya didesain satu keping saja, tapi bisa ditekan ke kiri dan kanan untuk mengklik. Menurut kami, area palm rest di sebelah kanan dan kiri TouchPad terlalu lebar karena keyboard ditempatkan lebih dekat ke layar. Jadi terasa jauh dari jangkauan jari. Perlu waktu untuk membiasakan diri mengetik dengan meletakkan seluruh telapak tangan di atas palm rest agar jari-jari bisa menjangkau tombol-tombol keyboard dan mengetik dengan nyaman.

Untuk segi performa, E220s ini sudah memakai generasi kedua prosesor Intel Core, dengan pilihan Core i3 sampai i7 (Sementara Ready Stock i7), tergantung kebutuhan. Untuk performa grafis, pengguna bisa menambahkan kartu grafis terpisah dengan kapasitas VRAM sampai 2 Gigabita. Ada fitur yang unik pada laptop ini, yaitu lampu kecil di sebelah kamera. Lampu ini berguna untuk menerangi keyboard saat mengetik dalam ruangan gelap. Kameranya, yang bisa merekam video definisi tinggi, 720p, memiliki fitur noise cancellation, yakni menghilangkan bunyi ketikan keyboard saat melakukan konferensi video.

Selaku laptop premium, Lenovo membekalinya dengan baterai yang tersembunyi di balik tubuhnya, jadi tak bisa sembarangan dicopot-pasang

Posted by: janurtech | June 13, 2011

Tips Memperpanjang Masa Hidup Notebook

Beberapa teman saya sering mengeluh dengan daya tahan hidup sebuah notebook ketika dalam kondisi mobile. Mereka rata-rata mengatakan  ”cepat habis ya baterainya?”. Usut punya usut, ternyata ada beberapa kesalahan yang tidak mereka sadari ketika menggunakan notebook itu.  Dari permasalahan-permasalahan seperti ini kami mencoba memberikan beberapa saran yang mungkin berguna dan dapat diterapkan pada notebook Anda untuk dapat memeperpanjang masa hidupnya.

1. Setting Power Management

Anda akan menemukan setting power management ini pada icon di bawah kanan ataupun di dalam Control Panel. Di sana, Anda akan menemukan beberapa konfigurasi. Bila Anda dalam menggunakan notebook dengan baterai, kami menyarankan untuk mengaktifkan setting Power Saver. Setting ini akan memperlambat kerja prosesor hingga setengahnya. Imbasnya, konsumsi daya notebook akan menurun. Anda tidak perlu takut dengan kinerja yang menurun. Pada umumnya, aktifitas pekerjaan yang dilakukan dalam keadaan mobile tidak memerlukan kinerja yang tinggi. Aktivitas seperti browsing, aplikasi office, multimedia ringan ( mendengarkan musik atau memutar film non HD ) dan lain sebagainya memang tidak menuntut kinerja tinggi. Selain itu, setting power management juga mempunyai beberapa pilihan seperti mematikan layar, masuk mode hibernate, mematikan hard disk dan lain sebagainya bila notebook tidak digunakan dalam kurun waktu beberapa lama.

2. Memperbesar Kapasitas Memori (RAM)

Hal ini untuk mengurangi terjadinya pengaktifan virtual memory ke hard disk. Seperti kita ketahui, daya hard disk ketika melakukan putaran penuh akan lebih memakan daya dibandingkan dengan sebuah RAM atau memory.

3. Melakukan Defrag System

Proses Defrag akan mempercepat waktu baca hard disk. Hal ini akan membuat hard disk bekerja dengan lebih efisien dan Anda dapat membuka aplikasi dengan lebih cepat.

4. Menurunkan Kontras

Menurunkan kontras layar notebook akan mempengaruhi daya tahan hidup. Anda dapat menurunkan pada setting yang masih nyaman di mata, Biasanya, konfigurasi kontras layar ini sudah ada dalam setting Power Management. Namun, bila Anda kurang nyaman, Anda dapat menaikkan kontras beberapa level.

5. Matikan Proses/Program yang berjalan di background.

Semakin banyak proses/program yang berjalan di background, semakin cepat pula baterai terpakai. Untuk itu, lebih baik matikan saja aplikasi yang berjalan di background. Anda dapat mematikan proses/program di background ini melalui “Run->msconfig” lalu pilih tab “startup”. Namum, pilihlah program yang akan dimatikan dengan bijak dan hati-hati.

6. Jangan Tinggalkan CD/DVD pada Optical Drive

Sering kali kita lupa untuk mengeluarkan CD dari optical drive. Hal ini akan membuat optical drive tetap memasok listrik untuk perangkat tersebut. Bahkan, notebook  terkadang akan memutar optical drive tanpa kita suruh. Hal ini cukup mengurangi daya baterai.

7. Lepas Perangkat dari USB port

Walaupun hanya memakan daya kecil tetap saja, perangkat yang terkoneksi pada USB port (Flash disk, USB hard drive, dan sebagainya) akan mengurangi daya tahan hidup notebook Anda. Cabut bila perangkat tersebut tidak lagi Anda gunakan.

8. Matikan Feature Konektivitas yang Tidak Perlu

Matikan konektivitas Wi-Fi ataupun Bluetooth bila Anda sedang tidak memerlukannya. Perangkat ini akan terus menerus mengirim sinyal yang dapat menguras daya tahan baterai. Misalnya Anda hanya memerlukan Wi-Fi, maka bluetooth bisa Anda matikan.

9. Pilih Mode Hibernate, bukan Standby

Bila notebook sedang tidak digunakan, akan lebih baik bila Anda masuk ke mode hibernate dibandingkan standby. Pada mode hibernate, seluruh perangkat akan dimatikan dan tidak memakan memerlukan arus listrik. Sedangkan pada mode Standby, arus listrik diperlukan. Dari segi kecepatan inisialisasi notebook, memang mode Standby lebih cepat. Namun, hal ini tidak sebanding dengan daya yang diperlukan bila ditinggal dalam waktu lama.

10. Hindari Praktik Multi-tasking

Semakin banyak aplikasi yang dibuka, hard disk akan semakin sering bekerja. Hal ini akan memakan daya lebih besar dibandingkan ketika Anda menjalankan satu aplikasi.

11. Switching Graphics

Bila notebook Anda mempunyai dual graphic dan harus memilih secara manual, jangan lupa untuk mengubahnya dengan graphics yang lebih hemat daya.

12. Ganti Hard Disk dengan SSD

Selain lebih sedikit memakan daya, SSD mempunyai waktu buka tutup aplikasi yang lebih cepat dan tidak menghasilkan panas berlebih yang akan mempengaruhi komponen di sekitarnya.

Semoga sejumlah tips di atas dapat membantu Anda menjaga daya tahan baterai ketika notebook sedang mobile. Bila Anda memiliki tips lain, silahkan tulis di bagian komentar. Kami akan terus menambahkan bila ada masukan dan saran dari Anda.

SUMBER

Posted by: janurtech | June 13, 2011

Review Notebook HP DM1-3022AU With AMD Zacate E350 1.6Ghz

Beberapa waktu lalu, AMD meluncurkan sebuah seri prosesor terbaru yang disebut Fusion. Selang beberapa saat kemudian, kami mendapatkan kesempatan untuk mencoba beberapa perangkat yang telah dipersenjatai dengan seri prosesor tersebut, diantaranya adalah Ontario dan Zacate. Dari hasil pengujian yang dilakukan, kami menyimpulkan kalau notebook yang dilengkapi prosesor tersebut mampu mengalami peningkatan kinerja. Selain itu, prosesor ini sukses memberikan penghematan daya yang baik. Tidak kalah pentingnya, seri prosesor Fusion ini mengizinkan para vendor untuk membuat sebuah produk notebook dengan harga yang terjangkau.

Kali ini, kami kembali kedatangan sebuah notebook yang dilengkapi dengan prosesor AMD Fusion. Notebook tersebut adalah HP DM1 3022AU. Notebook ini mempunyai desain yang sangat menarik dan menawan. Penutup layar LCD menggunakan finishing hitam doff dengan motif  lingkaran yang saling menempel sehingga membentuk sebuah motif yang cukup menarik, setidaknya menurut kami. Selain itu, terdapat lambang HP berwarna silver doff di bagian bawah kanannya. Selain warna hitam dengan motif tersebut, bagian casing lainnya didominasi warna silver doff yang terlihat sangat kontras. Dimensi HP dm1-3016AU berukuran sedang karena menggunakan layar sebesar 11.6″ dan mempunyai ketebalan yang menurut kami sangat tipis. Kedua hal tersebut membuat notebook ini terasa sangat ringan dan menyenangkan untuk dibawa-bawa.

HP DM1 3022AU menggunakan salah satu anggota prosesor AMD Fusion, yaitu Zacate tipe E350 dengan kecepatan 1.6GHz. Selain itu, notebook ini juga dilengkapi dengan memori DDR3 SODIMM sebesar 2 GB yang akan memberikan tenaga bagi notebook ini untuk menjalankan berbagai aplikasi. Graphics card yang digunakan adalah AMD Radeon HD6310 yang terintegrasi ke prosesor AMD Zacate. Menurut hasil yang sudah-sudah, graphics card AMD Radeon ini memang tidakcukup kuat untuk menjalankan game 3D terkini. Namun GPU yang ada dapat menjalankan Paralel processing (APP) yang dapat digunakan untuk membantu mempercepat pekerjaan Anda, seperti transcoding dan memutar film HD1080 dengan bantuan GPU tanpa masalah sama sekali. Kapasitas penyimpanan data tidaklah terlalu besar karena HP DM1 3022AU hanya dilengkapi hard disk sebesar 500 GB.

Port konektivitas yang diberikan di HP dm1-3022AU bisa tergolong biasa saja. Anda tidak akan menemukan port yang menarik kecuali HDMI yang cukup berguna untuk menjadikan notebook ini sebagai media player portable yang akan menghibur Anda dengan konten film HD1080P. Tata suara yang dihasilkan oleh speaker AltecLansing yang berada di depan notebook termasuk baik, walaupun suara bass yang dihasilkan tidaklah terlalu terasa. Penempatan speaker di bagian depan membuat desain casing ini menjadi sangat menarik dengan lubang suara di depannya.

Untuk keyboard, HP dm1-3022AU menggunakan desain tuts chicklet yang cukup ergonomis. Kami terpesona dengan bagian dalam dari notebook ini karena telah menggunakan finishing silver doff di bagian handrest. Sekeliling keyboard dan trackpadnya menggunakan finishing berwarna hitam doff yang menurut kami, perpaduan warna itu sangat kontras dan menarik. Bagian atas keyboard kami tidak menemukan tombol apapun kecuali tombol power di kiri atas. Ketika kami menggunakan notebook ini untuk beberapa lama, keyboard yang terpasang terasa nyaman dan empuk serta fungsi click kiri dan kanan juga tidak menimbulkan suara dan empuk ketika di tekan.

Kinerja yang ditawarkan oleh AMD Zacate E350 yang diberikan cukup untuk menjalankan beberapa aplikasi menengah dan bawah dengan cukup lancar. Prosesor yang terpasang pada HP dm1-3022AU memang tidak sekencang notebook yang kami terima sebelumnya. Daya tahan baterai yang didapat di HP dm1-3022AU tergolong baik. Baru kali ini kami mendapatkan notebook HD dengan daya tahan baterai setinggi ini. Dengan daya tahan hidup selama ini, HP dm1-3022AU sangat direkomendasikan untuk Anda seorang road warrior. Selain bentuknya yang ringan dan simple, notebook ini mempunyai daya tahan hidup yang tinggi.

Kesimpulan

Notebook HP dm1-3022AU sangat cocok bagi Anda yang banyak menghabiskan waktu di luar ruangan. Notebook ini mempunyai dimensi yang sedang dan tipis, serta ringan tetapi tetap mempunyai kinerja yang mumpuni untuk menjalankan beberapa aplikasi menengah dengan lancar dan baik seperti transcoding, editing foto ringan, dan lain sebagainya.

Penggunaan prosesor AMD Zacate dengan graphics on prosesor membuat HP dm1-3022AU mendapatkan nilai lebih karena dapat menjalankan konten multimedia full Hd1080P dengan lancar. Daya tahan baterai yang dapat menghidupkan notebook selama 6 jam lebih, juga sangat menarik sekali sehingga pemakaian di luar ruangan akan semakin menyenangkan dengan daya tahan hidup selama itu.

Kelebihan

  • Dimensi kecil dan ringan.
  • Daya tahan hidup tinggi.

Kekurangan

  • Graphics yang disertakan kurang bertenaga.
  • Port yang diberikan terlalu biasa.

SUMBER

Posted by: janurtech | June 6, 2011

Review Acer D722 With AMD Ontario C-50

Acer Aspire One 722 ditawarkan dengan empat pilihan warna: hitam, biru, merah, dan putih dengan finishing piano. Bagian penutup layar LCD mempunyai desain water drop yang menawan. Masih hampir sama dengan sebelumnya, Acer Aspire One 722 menggunakan prosesor AMD Ontario C50 dengan kecepatan 1,0 GHz dan memory DDR3 sebesar 2 GB sebagai sumber tenaganya. Untuk urusan graphics, prosesor Ontario telah terintegrasi GPU Radeon 6250HD di dalam satu die dengan prosesor yang men-support DX11. Dengan penggunaan graphics Radeon ini, Aspire 522 dengan mudah menjalankan film HD 1080P tanpa halangan dengan menggunakan player yang dapat menggunakan kekuatan GPU. Untuk urusan kapasitas penyimpanan data, netbook ini dilengkapi hard disk berkapasitas 320 GB. Untuk baterai, netbook ini menggunakan baterai 6 cell. Baterai tersebut cukup istimewa ketimbang baterai pada umumnya.

Sebenarnya, yang sangat menarik dari Acer Aspire One 722 ini adalah dimensi yang ditawarkannya. Netbook ini memiliki ketebalan yang tergolong tipis dan ringan walaupun memiliki layar berukuran 11.6″. Dengan ukuran layar sebesar itu, netbook Acer Aspire One 722 masih sangat nyaman digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan dan tentunya tidak akan memberatkan penggunanya saat membawanya ke luar rumah. Namun, sayangnya, desain finishing piano di bagian penutup layar LCD sering meninggalkan jejak cap tangan sehingga Anda harus rajin membersihkan netbook ini dari bercak tangan supaya selalu terlihat bersih. Port yang ada di netbook Acer Aspire One 722  ini tidak jauh berbeda dengan netbook yang menggunakan Intel Atom. Perbedaannya, netbook ini dilengkapi port HDMI yang dapat Anda gunakan untuk menyambungkan kabel HDMI ke LCD TV layar besar. Dengan kata lain, Acer Aspire One 522 juga bisa menjadi mini portable media player untuk menonton film HD 1080P.

Dimensi keyboardnya tidak jauh berbeda dengan netbook lainnya. Netbook ini menggunakan keyboard berdesain water lily yang membuat tuts-tutsnya terlihat mengambang. Ukuran tuts keyboard netbook ini terbilang besar namun jaraknya terlalu rapat. Ini mungkin akan menyulitkan pengguna dengan ukuran tangan yang cukup besar. Dari segi penggunaan, keyboard ini cukup empuk sehingga terasa nyaman saat digunakan untuk mengetik. Di bagian bawah keyboard, terdapat touchpad yang men-support multitouch dengan ruang yang cukup luas sehingga memberikan kenyamanan saat jari-jari Anda bermain di atasnya. Fungsi klik kiri dan kanan juga cukup empuk ketika ditekan.

Sebuah perangkat mobile seharusnya mempunyai charger yang simpel. Namun, kenyataannya, charger netbook yang ada sekarang ini bentuknya masih cukup besar dan cukup membebani bawaan. Nah, netbook yang satu ini memiliki bentuk charger yang unik dan simpel! Charger tersebut berukuran sekitar dua kali charger smartphone dan berukuran lebih ringan dari charger pada umumnya

Kesimpulan

Akhirnya, Anda mendapatkan alternatif pilihan prosesor lain selain Intel Atom dengan layar yang lebih besar. Prosesor dari AMD ini mempunyai kinerja yang lebih tinggi dan dapat digunakan untuk memutar film HD 1080P dengan lancar. Jangan lupakan tambahan port HDMI yang bisa Anda gunakan untuk menyambungkan kabel HDMI ke layar LCD yang lebih besar yang dapat menambah kepuasan Anda menyaksikan film favorit. Selain itu, walau menggunakan graphics ATI Radeon 6250HD, netbook ini memiliki daya tahan yang cukup baik, mencapai 6 jam dan dapat menggunakan directcompute untuk melakukan transcoding atau aplikasi lainnya yang men-supportnya. Untuk melengkapi kemampuan ini, Acer pun menggunakan layar berukuran 11.6″ dengan resolusi 1366×768 sehingga tingkat kenyaman pakai semakin tinggi..

Kelebihan

  • Dimensi kecil dan ringan.
  • Port HDMI.
  • Daya tahan baterai tinggi.
  • Harga murah.
  • Mampu memutar film Full HD (1080p).

Kekurangan

  • casing gampang kotor.

 

SUMBER

The HP Pavilion DV6 series of notebooks have always been the go to notebook for many people who want performance close to a desktop, but don’t want to splurge out an obscene amount of money for it. Today I’ll be looking at the latest HP Pavilion DV6 notebook that promises performance on par with mid-level desktops, without hurting the wallet.

The DV6 is a completely loaded machine that comes with the 2nd generation Intel Core i7-2630QM Sandy Bridge Processor. This 4 cores and 8 threads processor runs at 2GHz, turbo boosting all the way up to 2.9GHz. Complementing this high-end CPU is 8GB of DDR3 ram and an AMD HD 6770M graphics card with it’s own 1GB of dedicated GDDR5 memory. Couple all of this with a 640GB 5400rpm HDD, and you have one hell of a notebook that’s powerful enough to go toe-to-toe with any modern desktop.

The 15.5” widescreen monitor is glossy, with a disappointingly low resolution of 1366×768. While using the DV6 for regular operations is fine at this resolution, I found photo editing and browsing multiple webpages at this resolution to be quite restrictive. The silver lining here is that the HD 6770M can really pump out some high fps in most modern games, although I’m sure an equally impressive result could’ve been had if the screen resolution was 1440×900.

While I am talking about visuals, I should mention that the new DV6 looks brilliant at first sight. Pretty much the entire unit is made of plastic, but certain patterns give it a very high-end feel. Starting from the top, the DV6’s most impressive design is the dark amber, brushed metal finish top. Inside the same material continues for the palm-rest and the area surrounding the keyboard. The keyboard itself is Chiclet styled, with comfortably distanced keys. Sadly it isn’t backlit, but at this price point I’m not going to complain.   The Beats Audio speakers line the top of the keyboard, right where the monitor aligns, and on the front of the DV6. The right side hosts two USB 2.0 ports and the DVD player (plus Lightscribe SuperMulti DVD burner).

Test Performance With 3D Mark 2006


Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.